- 05.46
- 0 Comments
Ketrigger dengan sesuatu yang membuat mental kita down itu memang menyebalkan. Sangat tidak menyenangkan & tidak nyaman. Lelah rasanya. Awalnya saya pikir saya sudah berusaha semaksimal mungkin mengobati diri. Tapi nyatanya masih jauh dari kata "sembuh". Tiba-tiba pikiran terasa penuh, tiba-tiba dada terasa sesak hingga susah bernapas, tiba-tiba air mata jatuh perlahan dan semakin lama semakin deras, tiba-tiba tidak bisa tidur hingga jam 3 pagi. Terlalu overthinking? ya, saya akui saya terlalu overthinking. Tapi coba kalau saja kamu bisa melihatnya lebih dalam lagi, dari sudut pandang saya. Apa yang saya pikirkan, sejauh mana saya memendamnya, selama apa saya menahannya. Hingga melampaui batas kemampuan saya untuk pura-pura terlihat kuat dan baik-baik saja.
Sesuatu yang membuat saya hampir gila. Yang membuat saya ingin menyakiti diri sendiri, saat itu. Bahkan membuat saya ingin mengakhiri hidup. Saat itu pikiran saya segelap itu. Tapi saya berhasil melewatinya, perlahan. Melewati setiap pagi dengan napas yang berat, melewati setiap malam dengan tangisan tanpa suara. Siapa yang tau? Siapa yang peduli? Tidak ada. Termasuk kamu. Alasan saya melewati hari-hari yang berat itu.
Kamu tidak tau kan bagaimana hal sepele bagimu menjadi hal paling berat yang saya rasakan. Saya sudah tidak punya tenaga, untuk menahan segala perasaan menyakitkan itu. Tidak sekuat dulu. Kamu tidak tau kan bagaimana susahnya saya berdamai dengan hal itu? Bagaimana setiap hari saya berusaha melupakan banyak hal, bagaimana setiap hari saya berusaha memaafkan banyak hal? Tapi saya masih menganggap kamu laki-laki baik. Karena dari awal saya mengenalmu, kamu laki-laki baik. Dulu.
Ya, saya tau jaman sekarang memang hal lumrah bagi sebagian orang untuk melakukan havingsex(hs). Termasuk kamu, yang menganggapnya hal biasa. Melakukannnya demi kesenangan pribadi, tanpa perasaan. Melakukan dengan si A, si B, si C dan lainnya mungkin. Kadang saya berpikir, "apa kamu melakukannya pake pikir panjang gak ya? pertimbangannya gimana?". Karena bagi saya butuh waktu panjang untuk berpikir, UNTUK PERCAYA denganmu. Dan akhirnya kita melakukannya. My First Experience sampai saat ini cuma kamu satu-satunya yang bisa melakukannya kepada saya, yang bisa menyentuh saya. Memang bodoh sekali saya hingga hal itu terjadi. Bodoh sekali saya terlalu percaya laki-laki sepertimu, terlalu sayang dengan laki-laki sepertimu, terlalu percaya dengan kata-katamu "Nggak akan ninggalin" yang ambigu kalau saya pikir sekarang.
Kalau bisa mengulang waktu, saya ingin kembali ke waktu itu. Dan berkata pada diri saya yang dulu untuk menghentikanmu melakukannya. Meskipun saya tau kamu akan memaksa, saya ingin menjadi perempuan tegas untuk menolak itu. Karena saya tau, akhirnya... sampai saat ini kamu tidak akan bertanggung jawab dengan hal itu. Dan menganggap itu adalah hal sepele. Ya asal kamu tau, hal sepele yang ada diotakmu itu adalah hal paling berharga yang saya beri untukmu. Kalau kata orang itu adalah "mahkota perempuan". Dan pada akhirnya, saya terjebak. Melakukan hal itu beberapa taun denganmu. berulang kali. Dan masih saja kamu anggap saya tidak penting.
Kamu tau hal paling menyakitkan? tau bahwa kamu bersama perempuan lain. Tau bahwa kamu menyukai perempuan lain. Tau kamu menyusun masa depan dengan perempuan lain, rencana menikah dengan perempuan lain. Tau kamu melakukan hs dengan perempuan lain. Disaat saya sudah terlalu dalam menyelam & tenggelam, kamu bersenang-senang berenang dipermukaan dengan perempuan lain. Tapi saya sadar saya tidak punya hak untuk cemburu, marah, melarangmu bersama yang lain. Karena saya bukan siapa-siapa. Bahkan perempuan ini tidak pernah kamu anggap ada. Menyedihkan ya.
Tanpa kamu sadar, kamu membuat saya merasa "saya tidak layak untuk orang lain", "saya seburuk itu ya?saya sejelek itu ya?", "saya senggak berharga itu ya?". Kalau dulu kamu bilang tidak akan meninggalkan saya, bohong. Kamu bohong. Dari dulu kamu sudah meninggalkan saya dengan yang lain. Tentu kamu tidak akan merasa seperti itu. Tapi saya yang merasakannya. Sikapmu yang selama ini membuat saya merasa seperti "pemuas nafsu" bagimu.
Semakin kesini, semakin saya sadar bahwa dari dulu dari awal bukan saya yang kamu mau. Kamu hanya menganggap saya selingan dalam kisah hidupmu. Benar bukan? Semakin banyak fakta yang terungkap semakin saya berpikir "Oh benar saya cuma pemuas nafsu aja, serendah itu kah aku bagimu?". Segampang itu saya menyimpulkan? Tidak. Dulu saya selalu berpikir positif tentangmu "Oh laki-laki ini mungkin sibuk, laki-laki ini masih menyusun hidupnya, laki-laki ini pasti lelah bekerja, laki-laki ini belum siap untuk berkomitmen". Padahal dari awal kamu sudah menunjukkan kalau tidak menyukai saya. Cara komunikasimu dengan wanita itu, berbeda dengan komunikasimu dengan saya yang seadanya & kalau sedang "pengen" aja. Caramu mengabari wanita itu, menelfonnya setiap malam, caramu bercanda, caramu bercerita banyak hal dengan wanita itu. Aku iri. Sedang aku harus mengemis untuk itu, dan pada akhirnya tidak pernah saya dapatkan. Aku ingat salah satu katamu "Nggak ada yang harus diceritakan" hahaha. Sekedar story mu saja kamu sembunyikan dari saya. Setidak penting itu kan saya. Atau memang kamu serisih itu dengan kehadiran saya. Sekedar kabar kamu kerja dimana saja harus tau dari orang lain.
Saya kira kita sedekat itu. Berbagi tubuh, berbagi ludah. Nyatanya hanya sebatas itu bagimu. Tidak lebih. Raganya saja yang dekat, perasaannya jauh ya. Hahahaha sedih. Sampai dititik saat kamu meminta bantuan agar kamu bisa enak menjalani hubungan dengan wanitamu. haha kamu tau aku sehancur apa rasanya mendengarnya langsung dari mulutmu? kamu memang tidak berperasaan sama sekali ya. Kamu tau rasanya saya seperti barang bekas yang dibuang begitu saja. Tidak berguna, tidak berharga sama sekali bagimu. Padahal saya juga manusia. Saya juga punya perasaan.
Kamu ingat saat bulan puasa tahun lalu? Kamu meminta saya pergi segampang itu? Kamu bilang kamu ingin sendiri?Bohong. Saya tau kamu memilih perempuan itu. Dan dengan gampangnya kamu kembali menghubungi saya, ternyata ujungnya memang hanya ingin hs. Lalu kamu pergi lagi sesuka hatimu. Salah?tapi itu sudut pandangku. Itu yang saya rasakan.
Ya sudahlah mau bagaimana lagi. Harusnya dari dulu saya sadar. Hanya saja saya terlalu bodoh untuk menangkap tanda-tanda darimu. Dari yang tidak ada komunikasi itu, kamu yang menutup diri dari saya, kamu yang tidak pernah membicarakan masa depan dengan saya, kamu yang tidak mau saya kenalkan ke orang tuaku, kamu yang selalu menghindar, kamu yang dengan gampang membuang saya. Harusnya saya sadar lebih cepat. Bodohnya saya selalu denial.
Saya pasti terlihat sangat bodoh ya bagimu. Saya yang sering ngomong "kangen" padahal kamu tidak merasakan itu sama sekali. Kamu tau, kenapa saya bertahan beberapa taun dan melakukan itu denganmu? selain alasan terbesarku takut ditinggal, saya hanya ingin ketemu kamu, hanya ingin tau kabarmu. Karena saya paham kamu tidak akan mau menemui saya kalau tidak hs. Berbeda dengan wanitamu lainnya, yang kamu ajak makan, ke caffe atau entah main kemana. Kenapa tidak bertanya kabar lewat chatt? haahahah memangnya kamu akan membalasnya? saya sudah pernah melakukannya dan kamu tidak pernah menjawabnya. Sekedar tanya kamu dimana saja tidak dijawab. Entah kamu ingat atau tidak saya pernah bertanya seperti itu.
Yang saya sesalkan, kenapa kamu melakukan itu kepada saya? Kalau dari awal memang tidak menyukai saya, membeci saya, risih dengan kehadiran saya, kenapa harus kamu ambil "mahkota" saya lalu kamu tinggalkan sekarang? apa kamu sedendam itu kepada saya?Ah, mau menjelaskan seperti apa juga kamu tidak akan mau mengerti. Karena memang tujuanmu bukan saya dari awal. Dan dari awal kamu tidak ada niatan bertanggung jawab akan hal itu.
Sedih memang, kalau saya ingat kenangan yang dulu. Memang seperti beda orang, kamu yang saya kenal sejak SMA dengan kamu saat ini. Dulu kamu sering mengajak saya jalan-jalan dari jawa timur, jawa tengah, banyuwangi. Satu-satunya kenangan manis denganmu yang masih saya simpan rapi. Dulu saya melihatmu laki-laki yang bertanggung jawab dan melindungi saya. Dulu.
Benar kata orang-orang kalau perasaan saya tidak mungkin berbalas. Mereka benar, tapi yang mereka tidak tau saya hanya kamu anggap "pemuas nafsu", selebihnya saya bukan siapa-siapa.
Yasudah mau bagaimana lagi. Kenapa di umur yang harusnya saya sudah menikah seperti teman-teman lainnya saya harus berusaha melupakan kamu, saya harus memulai lagi hubungan dengan orang baru, saya harus memulai semua dari awal lagi. Saya tidak punya tenaga sama sekali rasanya. Untuk percaya lagi dengan laki-laki. Ah, lukanya memang terlalu dalam. Rasanya sudah saya pasrahkan aja ke Allah SWT, saya lelah. Benar-benar lelah.
Besok tolong belajar tidak menyakiti perempuan ya, belajar menghargai perempuan. Be a gentleman. Perempuan itu bukan barang yang sesuka hati kamu pakai dan kamu buang sayang ❤️.
Berantakan sekali ya tulisan ini, seperti perasaan yang menulis sedang berantakan haha. Maklum memang tidak pandai menulis. Hanya ingin meluapkan isi pikiran agar bisa tidur nyenyak. Meskipun tidak semua tercurahkan, setidaknya mendingan.
Gudnightđź’›
- 05.36
- 0 Comments
Seolah masih ada satu hal yang menghalangiku untuk terlelap
Oh mungkin saja, karna aku belum mengucapkan "selamat malam" untukmu malam ini
Memang tak pernah kuucapkan selamat malam untukmu, bukan karna aku tak mau. Aku hanya menunggu saat yang tepat
Suatu saat, akan kubisikkan "selamat malam"ku untukmu ditelingamu lalu kukecup mesra bibirmu
Dan diakhiri dengan pelukan hangatku
Suatu hari nanti, saat kita sudah terikat dengan ikatan yang halal ;)
- 08.51
- 0 Comments
Saat ini, biarlah sibukmu menjadi prioritasmu
Saat ini, biarlah sibukku menjadi prioritasku
Karna suatu hari, aku yakin kita akan bertemu dikesibukan yang sama dalam satu ikatan yang sah
- 05.57
- 0 Comments
Aku memang tidak pernah bertanya kabarmu
Percayalah, bukannya aku tidak peduli padamu
Rasa ingin tauku terhadapmu memang besar
Tapi aku berhasil menahannya
Aku menahan egoku
Aku mengalah
Takut jika nanti kamu terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan diotakku
Toh aku masih bisa tau kabarmu meski hanya setitik lewat sosial mediamu
Percayalah setitik kabar baik darimu, aku lega
Aku tau, kamu laki-laki hebat
Saat ini, biarlah sibukmu menjadi prioritasmu
Kamu harus mempersiapkan masa depanmu bukan?
Jangan lupa, untuk jadi laki-laki yang bertanggung jawab
Aku percaya, kamu akan baik-baik saja
Selama kamu percaya Allah SWT ada disisimu dan selalu menjaga & menolongmu
Selamat malam kamu :))
- 07.04
- 0 Comments
Aku juga tidak paham, aku jatuh cinta padamu atau pada kenangan yang kamu ciptakan untukku.
Banyak orang yang sudah kutemui, banyak orang yang sudah aku kenal, tetap saja hati ini tetap memilihmu.
Tak peduli sudah berapa kali aku merasakan sepi, aku tak berniat sedikit pun untuk mengganti namamu. Kenapa aku keras kepala sekali?
Terlalu nyaman menjadi penggemar rahasiamu. Yang hanya mampu menjadi penikmatmu dari kejauhan.
Aku tak akan pernah membahas apa doaku untukmu kepada Tuhan-ku. Aku tidak akan pernah membahas aku mendoakanmu atau tidak. Karena itu rahasiaku dengan Tuhan-ku.
Sampai detik ini, bibirku akan tetap tersenyum manis saat mendengar kabarmu.
Tetaplah menjadi kamu-ku yang ada dihatiku.
- 21.27
- 0 Comments
Karna yang saya takutkan bukan kegagalan. Saya takut, orang tua saya kecewa 😢
- 09.42
- 0 Comments