Percaya atau tidak, satu nama yang aku simpan dalam hati sampai detik ini masih sama saat aku masih duduk dibangku SMA. Iya, namamu. kamu.
Aku juga tidak paham, aku jatuh cinta padamu atau pada kenangan yang kamu ciptakan untukku.
Banyak orang yang sudah kutemui, banyak orang yang sudah aku kenal, tetap saja hati ini tetap memilihmu.
Tak peduli sudah berapa kali aku merasakan sepi, aku tak berniat sedikit pun untuk mengganti namamu. Kenapa aku keras kepala sekali?
Terlalu nyaman menjadi penggemar rahasiamu. Yang hanya mampu menjadi penikmatmu dari kejauhan.
Aku tak akan pernah membahas apa doaku untukmu kepada Tuhan-ku. Aku tidak akan pernah membahas aku mendoakanmu atau tidak. Karena itu rahasiaku dengan Tuhan-ku.
Sampai detik ini, bibirku akan tetap tersenyum manis saat mendengar kabarmu.
Tetaplah menjadi kamu-ku yang ada dihatiku.
Aku juga tidak paham, aku jatuh cinta padamu atau pada kenangan yang kamu ciptakan untukku.
Banyak orang yang sudah kutemui, banyak orang yang sudah aku kenal, tetap saja hati ini tetap memilihmu.
Tak peduli sudah berapa kali aku merasakan sepi, aku tak berniat sedikit pun untuk mengganti namamu. Kenapa aku keras kepala sekali?
Terlalu nyaman menjadi penggemar rahasiamu. Yang hanya mampu menjadi penikmatmu dari kejauhan.
Aku tak akan pernah membahas apa doaku untukmu kepada Tuhan-ku. Aku tidak akan pernah membahas aku mendoakanmu atau tidak. Karena itu rahasiaku dengan Tuhan-ku.
Sampai detik ini, bibirku akan tetap tersenyum manis saat mendengar kabarmu.
Tetaplah menjadi kamu-ku yang ada dihatiku.
- 21.27
- 0 Comments